Belajar Meneliti: Lebih Peka Melihat Kondisi

Sabtu (08/04) pagi, puluhan mahasiswa Sosiologi UGM beramai-ramai mengunjungi Kampung Ngentak, DesaBaturetno, KecamatanBanguntapan, Bantul.Hariitu, mereka tengah melakukan latihan praktik penelitian untuk mata kuliah Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Berangkat dari isu “Perilaku Merokok pada Anak”, para mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan warga setempat.

Latihan penelitian tersebut dilakukan selama dua hari, mulai hari Sabtu (08/04) sampai Minggu (09/04). Awalnya, mahasiswa berkumpul di Taman San Siro FISIPOL untuk bersama-sama berangkat menuju Kampung Ngentak. Kegiatan tersebut dimulai dengan pemberian arahan singkat oleh Ibu Dr. Amelia Meika, S.Sos.,MA selaku dosen pengampu mata kuliah kuantitatif. Melalui arahan tersebut, Ibu Amelia memberikan semangat kepada mahasiswa sebelum turun lapangan. Ia juga menekankan bahwa kegiatan tersebut adalah latihan praktik penelitian, sehingga segala kendala sebaiknya dibahas bersama. “Setelah istirahat nanti kita akan membahas bersama-sama kendala apa yang kalian dapatkan selama turun lapangan,” ucapnya.

Sekitar pukul 10.00, mahasiswa yang telah dibagi dalam beberapa kelompok mulai berpencar sesuai dengan pembagian tugasnya. Salah satu dari kelompok-kelompok tersebut menuju ke sebelah timur markas. Di sana ada beberapa bekas petak sawah yang dijadikan kolam ikan. Kolam tersebut adalah program budidaya ikan yang dilakukan oleh warga Kampung Ngentak. Menurut Anto, selaku warga RT 08 Kampung Ngentak, selain untuk budidaya, pembuatan kolam tersebut juga bertujuan untuk menjalankan program desa wisata budaya dan kuliner. Anto mengatakan bahwa program desa wisata tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Kampung Pelem Lordan Ngentak. “Nantinya, Kampung Pelem Lor yang akan mengenalkan alat musik tradisional dan kami (KampungNgentak) yang akan menyediakan rumah makan dan pemancingan,” tutur Anto sambil melemparkan pelet ke arah kolam.

Sementara itu, kumpulan mahasiswa lainnya nampak sedang mengunjungi beberapa toko kelontong di sekitar markas. Beberapa dari mereka ada yang membeli minuman, makanan, atau sekedar berbincang-bincang di teras toko. Ada juga yang berusaha untuk menggali informasi dengan menanyai pedagang toko kelontong tersebut.

Kegiatan observasi dan wawancara tersebut tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa saja, tetapi juga dosen pengampu dan beberapa staf dari Departemen Sosiologi Selama kegiatan tersebut berlangsung, tampak bahwa mereka juga ikut mengelilingi kampung bersama-sama dengan mahasiswa. Salah satunya adalah Prof. Dr. TadjuddinNoer Effendi, dosen pengampu mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif. Lelaki yang akrab dipanggil Pak Tadjuddin ini mengatakan bahwa teknik pengumpulan data pada penelitian kualitatif bisa dilakukan dengan observasi lingkungan penelitian. Ia menuturkan bahwa menjadi seorang peneliti harus peka terhadap lingkungan penelitiannya. “Kalau kita sebagai peneliti peka, maka artinya kita tidak mengambil jarak dengan objek penelitian kita. Itulah mengapa metode kualitatif cocok untuk memahami atau mendalami fenomena tertentu,” jelas Pak Tadjuddin.

Tidak hanya dukungan moral yang ditunjukkan dengan ikut turun kelapangan, para dosen pengampu juga memberi ruang diskusi kepada mahasiswa untuk membahas kendala-kendala selama turun lapangan. Pada sesi ini, mahasiswa menceritakan kendala mereka untuk menemui responden. Sekar, mahasiswa sosiologi angkatan 2016, menceritakan pengalamannya tentang responden yang tidak bersedia diwawancarai. “Responden bapak menolak bila anaknya diwawancarai, oleh karena itu saya terpaksa menuruti hal tersebut,” jelasnya. Selain mendapat penolakan dari responden, mahasiswa lainnya juga mengeluh soal tidak adanya responden di rumah. Menanggapi hal tersebut, Ibu Wahyu Kustiningsih, MA, selaku dosen pengampu Metode Penelitian Kuantitatif, menyarankan segala kendala selama turun lapangan tersebut didokumentasikan. “Kendala seperti itu pasti ada ketika turun lapangan. Oleh karena itu, supaya di penelitian selanjutnya kendala akomodasinya bisa dipertimbangkan, maka ada baiknya info itu dikumpulkan,” pungkasnya.

 

Oleh: Citra Maudy (Mahasiswa Sosiologi, 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *