Profil Departemen Sosiologi

             Sejak didirikan pada 19 September 1955, Jurusan Sosiologi menjadi bagian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada. Sejarah dan perjalanan kelembagaan yang panjang tersebut telah menempa Jurusan Sosiologi menjadi jurusan yang kompetitif, dinamis dan selalu adaptif terhadap perubahan. Sejauh ini, secara gradual Jurusan Sosiologi telah berupaya menata dan mengembangkan dirinya terkait kurikulum, metode pembelajaran, maupun tata kelola (governance) dengan mempertimbangkan kedua aspek tersebut. Demi menjamin kualitas pembelajaran, dalam jangka 5 tahun ke depan Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM akan membangun kerangka awal integrasi program S1, S2 dan S3 dalam skema departemental. Secara substansi, jenjang dan level program studi Sosiologi dapat dijelaskan sebagai berikut. Untuk S1 (sarjana) materi pokok berkaitan dengan Principle of Sociology, berdisiplin sosiologi dan praktek aplikatif; untuk S2 (master) mencakup Logic of Sociology, berdisiplin, menerapkan dan bersikap kritis; serta untuk S3 (Doktor) adalah Logic of Social Science, yakni disiplin, kritis, reflektif, dan inovatif. Dengan adanya integrasi tersebut, didukung fasilitas pendidikan yang memadai serta tenaga pengajar yang kompeten dan memenuhi kualifikasi, Jurusan Sosiologi dapat memberikan bekal serta peluang bagi lulusannya untuk dapat memiliki dan mengembangkan pengetahuan, pemahaman maupun kecakapan di bidang Sosiologi.

           Perubahan sosial yang tengah berlangsung sejauh ini baik di aras global, nasional, maupun lokal begitu dinamis. Rentang perjalanan sejarah peradaban dunia telah menghasilkan kemajuan baik yang bersifat substansial maupun instrumental, mewarnai interaksi antar manusia dengan beragam format, isu, arena, struktur, maupun agencies yang makin berkembang pesat. Dibalik kemajuan yang digapai itu, perubahan sosial senantiasa menyertakan kompleksitas masalah yang kian rumit yang harus dipecahkan.

        Para ilmuwan maupun insan akademik di perguruan tinggi dituntut untuk terus mendalami, menjelajahi, menganalisis, serta menginterpretasikan rangkaian fenomena sosial tersebut dengan beragam perspektif dan kompetensinya. Karena sesungguhnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan beragam perspektif itu tidak lain berkaitan langsung melalui proses dialektis dengan gejala-gejala sosial yang berlangsung di sekelilingnya. Ilmu-ilmu sosial, yang didalamnya mencakup teori, perspektif, metodologi penelitian, sampai metode pembelajaran dengan segala perangkat daya dukung (supporting system) harus berpacu lebih luwes, adaptif, serta kontekstual agar tidak ketinggalan atau –meminjam istilah Gidden– “tunggang langgang” atas perubahan jaman. Disanalah relevansi dan standing position ilmu sosial yang dibingkai dalam skema kelembagaan Departemen (jurusan) perlu untuk dirumuskan dengan tepat. Dalam konteks tantangan membangun institusi pendidikan, hal semacam ini dapat digolongkan sebagai aspek eksternal.

      Sementara itu, secara internal keperluan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) yakni tenaga pengajar dan peneliti, orientasi-orientasi baru bersama fakultas intuk membangun integrasi sebagai epistemic community lintas jurusan, serta harapan Universitas agar menjadi research university adalah sekian pertimbangan strategis sebagai basis tumpuan pembenahan Jurusan Sosiologi.

         Atas dasar dan konteks itulah, Jurusan Sosiologi sebagai bagian entitas akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, bercita-cita agar posisi institusi ini memiliki makna dan peran strategis didalam merespon langgam perubahan sosial di berbagai level tersebut. Sejauh ini, secara gradual Jurusan Sosiologi telah berupaya menata dan mengembangkan dirinya terkait kurikulum, metode pembelajaran, maupun tata kelola (governance) dengan mempertimbangkan kedua aspek tersebut. Sejak awal berdirinya, dengan segala ketersediaan sumberdaya (tenaga dosen) dan kelembagaan terus dilakukan pembenahan. Berkaitan dengan itu, kurikulum menjadi salah satu kunci substansi Jurusan, selain tata kelola kelembagaan. Secara konvensional, kurikulum senantiasa di review setiap lima tahun sekali, dengan menurunkan dari kerangka besar visi-misi, tujuan, serta output dan strategi pengembangan kelembagaan.

        Demi menjamin kualitas pembelajaran, dalam jangka 5 tahun ke depan Jurusan Sosiologi FISIPOL UGM akan membangun kerangka awal integrasi program s1, s2 dan s3 dalam skema departemental. Secara substansi, jenjang dan level program studi Sosiologi dapat dijelaskan sebagai berikut. Untuk s1 (sarjana) materi pokok berkaitan dengan Principle of Sociology, berdisiplin sosiologi dan praktek aplikatif; untuk s2 (master) mencakup Logic of Sociology, berdisiplin, menerapkan dan bersikap kritis; serta untuk s3 (Doktor) adalah Logic of Social Science, yakni disiplin, kritis, reflektif, dan inovatif.

       Integrasi itu diharapkan agar substansi kurikulum, struktur dan tata kelola kelembagaan kompatibel dengan disain tingkat Fakultas dan Universitas. Secara berturut-turut rancangan kurikulum dan tata kelola ini berisi; (1) visi-misi, tujuan dan output; (2) Strategi dan Jargon; (3) Kompetensi keilmuan dan keahlian; (4) Rancangan mata kuliah; (5) Disain Kelembagaan, dan; (6) Ketersediaan Sumberdaya (pengajar).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *