Yogyakarta – Senin, 20 April 2026, Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan Professor Martin Lindhardt dari Universitas Southern Denmark dalam rangka kegiatan Visiting Scholar. Pada kesempatan kali ini, Professor Martin berbagi penelitian terbarunya mengenai sosiologi digital dan relasinya dengan isu kesehatan.
Professor Martin mengawali diskusi dengan memberi sorotan bahwa bidang sosiologi digital tengah mengalami perkembangan pesat. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan teknologi digital ke dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sektor kesehatan juga melakukan adaptasi beberapa instrumen digital seperti AI, smartwatch dan aplikasi dalam pelayanan medis. Mediasi oleh teknologi yang semakin intens ini, lambat laun menggeser otoritas kesehatan dari profesional/tenaga kesehatan menuju aplikasi digital. Hal ini ditandai dengan adanya perkembangan digitalisasi kesehatan dimana pasien terlibat aktif dalam produksi data digital kesehatan.
Praktik kuantifikasi diri, dimana pasien secara sadar melakukan pengawasan mandiri melalui berbagai perangkat menjadi umum dijumpai. Pengalaman tubuh kemudian termediasi melalui perangkat digital untuk melahirkan berbagai data yang menunjukkan indikator kesehatan individu. Lebih jauh, hal ini kemudian berdampak pada hilangnya kemampuan mengenali sinyal tubuh secara langsung. Kondisi ini merupakan bentuk ketergantungan pada perangkat digital.
Pada penelitiannya, Professor Martin melihat praktik penggunaan perangkat digital kepada perempuan hamil. Temuannya adalah, penggunaan aplikasi yang intens menciptakan kewaspadaan berlebih terhadap pengalaman mengandung. Hal ini meningkatkan keinginan untuk selalu mendapatkan informasi yang “benar” terkait perubahan kondisi tubuh. Konsekuensinya adalah perempuan akan selalu berada dalam kondisi khawatir berlebih dikarenakan aplikasi memberikan indikator-indikator yang harus dipenuhi. Pengalaman ini berkontribusi pada fenomena di mana informasi berubah menjadi beban; informasi yang disajikan aplikasi terasa mendikte dan memengaruhi cara pengguna memaknainya.
Pada analisis akhir, Professor Martin menjelaskan bagaimana aplikasi dapat menjadi sangat dominan. Proses intimatization yang terjadi antara pengguna dan aplikasi mendorong pada terbentuknya agensi pada suatu teknologi. Hal ini menggambarkan situasi di mana aplikasi memiliki kuasa seiring dengan peningkatan intensitas penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi dan informasi adalah pedang bermata dua, di mana ia memberikan fondasi kepada individu untuk mengatur kesehatan mereka sendiri, namun di sisi lain mendominasi cara pengguna untuk memahami pengalaman kesehatan mereka sendiri.
Sharing session kemudian diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab di forum. Diskusi ini banyak membahas terkait relevansi penelitian tersebut pada mata kuliah Sosiologi Kesehatan. Topik terkait pengaruh teknologi dengan sektor kesehatan menjadi penting untuk muncul di kurikulum kuliah. Metode penelitian dan data analisis juga menjadi poin menarik, terutama dalam membaca interpretasi pengalaman penggunaan teknologi dan kesehatan di kehidupan sehari-hari.
Penulis: Ilham Ramadhan
Editor: Rizky Murdiana
Jl. Sosio Yustisia No.1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Email: sosiologi@ugm.ac.id | Telp: +62 274 563362 Ext. 214