Day: Mei 13, 2026

Public Lecture “Gender, Agama, dan Filantropi: Perspektif Multikultural”

Yogyakarta – Senin, 11 Mei 2026, Departemen Sosiologi FISIPOL UGM kembali menyelenggarakan kuliah tamu dalam mata kuliah Sosiologi Agama, Identitas, dan Kewargaan. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Indah Piliyanti, S.Ag., M.Si. dari UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai dosen tamu dengan materi bertajuk “Gender, Agama, dan Filantropi: Perspektif Multikultural”.

Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa diajak melihat filantropi tidak hanya sebagai praktik amal, tetapi juga sebagai praktik sosial yang berkaitan dengan relasi kuasa, legitimasi, dan distribusi otoritas dalam masyarakat. Mengacu pada pemikiran Emile Durkheim dan Marcel Mauss, Dr. Indah menjelaskan bahwa filantropi berperan dalam membangun solidaritas sosial sekaligus membentuk hubungan timbal balik di masyarakat. Melalui materi “Filantropi sebagai Ruang Kuasa”, mahasiswa diajak memahami bahwa lembaga filantropi memiliki peran penting dalam menentukan arah distribusi bantuan sosial karena didukung oleh legitimasi moral-keagamaan, struktur organisasi, dan akses terhadap sumber daya.

Diskusi kemudian berlanjut pada pengelolaan lembaga filantropi Islam di Indonesia, khususnya BAZNAS dan LAZ. Dr. Indah menunjukkan bahwa perempuan masih minim berada di posisi strategis meskipun memiliki keterlibatan tinggi dalam aktivitas sosial dan pelaksanaan program. Mahasiswa juga diajak mendiskusikan perbedaan antara partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam organisasi sosial-keagamaan. Menurutnya, ketimpangan tersebut dipengaruhi oleh struktur sosial, budaya patriarki, interpretasi agama, dan sistem kelembagaan yang masih membatasi akses perempuan terhadap posisi pengambilan keputusan.

Selain itu, kuliah tamu ini turut mengangkat studi kasus kepemimpinan perempuan di Gereja Katolik Keuskupan Ruteng, Flores. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan aktif dalam berbagai aktivitas gereja, tetapi masih minim hadir dalam jabatan strategis. Pada bagian akhir perkuliahan, Dr. Indah Piliyanti menjelaskan pendekatan Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai kerangka untuk membaca persoalan keadilan gender dalam lembaga filantropi Islam dengan menekankan prinsip keadilan sosial dan kemaslahatan bersama.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai keterkaitan antara agama, gender, identitas, dan relasi kuasa dalam praktik filantropi. Diskusi yang berlangsung juga membuka ruang refleksi kritis mengenai pentingnya keadilan dan inklusivitas dalam institusi sosial dan keagamaan.

Penulis: Iqbal Dwi Pamungkas

Read More »

Belajar dari Desa: Departemen Sosiologi Gelar Kuliah Metode Kualitatif di Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Sleman

Yogyakarta – Sabtu 9 Mei 2026, Departemen Sosiologi menyelenggarakan kuliah lapangan metode penelitian kualitatif di Desa Sendangrejo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Pada kegiatan ini, mahasiswa S2 dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan wawancara dengan masyarakat desa sesuai tema yang telah ditentukan. Selama kegiatan lapangan berlangsung, mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu, yaitu Prof. Dr. Suharko, Dr. Suharman dan Dewi Cahyani Puspitasari, Ph.D.

Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan dan sambutan yang dihadiri oleh Herjanto, selaku Kepala Desa dan Sekretaris Desa, Dira Nur Rakhmawati, S.Sos.. Pada kesempatan tersebut, Dr. Suharman menyampaikan sambutan sekaligus ucapan terima kasih kepada pemerintah Desa Sendangrejo atas izin dan dukungan yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan kuliah lapangan ini.

Dalam sambutannya, Dr. Suharman menyampaikan bahwa, “kuliah lapangan ini sudah menjadi tradisi di Departemen Sosiologi. Menariknya, kali ini pemilihan lokasi berbasis potensi desa,  dan Desa Sendangrejo memiliki keunggulan di bidang pertanian.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Desa Sendangrejo dipilih tidak hanya sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang belajar yang memiliki potensi sosial dan ekonomi yang relevan dengan kajian sosiologi.

Selanjutnya, Kepala Desa memberikan sambutan sekaligus ucapan selamat datang kepada seluruh peserta kegiatan. Ia menyampaikan harapannya agar kegiatan kuliah lapangan ini dapat memberikan manfaat, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman di lapangan.

Setelah sesi pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda utama berupa wawancara dan observasi langsung bersama berbagai kelompok masyarakat di Desa Sendangrejo. Para peserta melakukan wawancara dengan petani muda, Kelompok Wanita Tani (KWT), penjual jamu tradisional, hingga pemerintah desa.

Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran mengenai dinamika sosial masyarakat, potensi pertanian desa, peran ekonomi rumah tangga, serta berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang berkembang di Desa Sendangrejo.

Penulis : Rizky Murdiana

Read More »